MEYAKINI BUMI BULAT SAMA SAJA MENGINGKARI ALLAH


Shalawat salam senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga beliau dan juga para sahabat yang Allah ridhai.

Yang mulia Nabi Muhammad mau menemui ruh saya di alam mimpi dua kali bukan tanpa alasan jelas, atas kuasa Allah, pasti beliau tahu saya akan menyampaikan perkara kebenaran ini.
Karena pelanggaran rukun iman disebabkan oleh penyesatan tentang peristiwa penciptaan langit dan bumi yang bertentangan dengan Islam adalah kesyirikan yang sudah terlalu merebak luas di tengah umat islam saat ini.

Orang-orang seperti saya hanya sebagai perantara pemberi peringatan untuk menambah ketaatan pada Tuhan bukan menakut-nakuti.
Karena di zaman huru-hara secara khusus peringatan seperti ini kebanyakan hanya melalui orang tak dikenal yang sudah berbulan-bulan mendalami perkara akhir zaman, bukan melalui ulama-ulama mainstream dan populer.

Nabi Muhammad bersabda:
“Orang-orang terbaik pada masa
kesengsaraan (Akhir Zaman) adalah setiap orang saleh yang tidak dikenal. Saat dia muncul di sebuah pertemuan, tidak ada yang mengenalinya, dan saat dia tidak hadir tidak ada yang mencarinya.
Dan orang terburuk saat itu adalah para orator yang fasih yang melakukan perjalanan secara berlebihan.." (Kitab Al-Fitan bin Hammad)

Bagi yang telah mencapai tahap tertinggi mencari ilmu pengetahuan akan menerima bahwa ternyata kosmologi bumi hamparan datar tanpa ruang hampa udara, bukanlah sekedar teori konspirasi, tetapi ia adalah fakta yang konsisten diturunkan oleh para nabi bersamaan dengan monoteisme, yang tertulis jelas dalam semua kitab suci Tuhan termasuk Al-Quran.

FE adalah solusi dari krisis eksistensial manusia, dan pondasi dari ilmu pengetahuan yang jujur dan berTuhan, sehingga jika terapkan akan membuat umat manusia mencapai potensi terbaiknya, Ketika kita tahu rumah kita sebenarnya seperti apa, kita pasti tahu apa yang harus dilakukan.

Itu sebabnya para pengikut iblis berusaha keras menutupi Flat Earth dengan industri luar angkasa bernilai ratusan Triliun Dollar AS. Itulah kemahiran iblis, tipu dayanya bukan sekedar menipu tapi juga mendatangkan keuntungan materil.

Memperjuangkan Flat Earth bukan tentang membela bentuk bumi, tapi memperjuangkan hak manusia mendapatkan ilmu dan informasi yang sebenarnya.

Menurut semua teori karangan manusia tentang penciptaan alam semesta, mulai dari teori Big Bang, Teori Pasang Surut, Teori Awan Debu, Teori Nebula, dan Teori Kondensasi, semuanya menyatakan bahwa bumi tercipta miliaran tahun setelah adanya bintang-bintang, galaksi dan gumpalan asap nebula.

Akan tetapi, yang tidak diajarkan di sekolah umum, sekolah agama dan mungkin baru kamu tahu adalah, menurut Al-Quran di surat Al-Fussilat yang bermakna "Yang Dijelaskan" ayat 9-12, bumi dan seisinya diciptakan terlebih dahulu, setelah itu terciptalah tujuh langit di atasnya, setelah itu tercipta bintang-bintang sebagai hiasan di langit pertama yang dekat (kubah), bukan miliaran tahun cahaya jauhnya.

"Pantaskah kamu ingkar kepada Tuhan yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan pula sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Tuhan semesta alam.

Dan Dia ciptakan padanya gunung-gunung yang kukuh di atasnya. Dan kemudian Dia berkahi, dan Dia tentukan makanan-makanan (bagi penghuni)-nya dalam empat masa, memadai untuk (memenuhi kebutuhan) mereka yang memerlukannya.

Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh".

Lalu diciptakan-Nya tujuh langit dalam dua masa dan pada setiap langit Dia mewahyukan urusan masing-masing. Kemudian, langit yang dekat (dengan bumi), Kami hiasi dengan bintang-bintang, dan (Kami ciptakan itu) untuk memelihara. Demikianlah ketentuan (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Mengetahui."
(QS. Al-Fussilat: 09-12).
.
Allah sungguh Maha Mengetahui.
Jika ayat-ayat tersebut tidak dipotong semaunya, maka jelaslah tahapan penciptaan alam semesta, bagaimana setelah menciptakan bumi, Allah kemudian menuju ke langit lalu menciptakan tujuh lapisan langit.

Akan tetapi manusianya sendiri tidak mau memahami kitab-kitabNya, mereka merasa lebih pintar mengikuti langkah iblis yang pada akhirnya mengingkari Allah.
Bahkan saat membahas penciptaan alam semesta kebanyakan muslim menghindari surat ini karena brainwashing yang sudah terlalu parah.

Ketika kita akan membuat atap memang harus membangun pondasi di bawahnya lebih dulu.
Langit dan bumi adalah pasangan seimbang makrokosmos, yang sama-sama memiliki 7 lapisan kehidupan. Allah selalu menciptakan sesuatu berpasang-pasangan secara equal dan seimbang. As above so below.
"Tidak akan kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Maka lihatlah sekali lagi, adakah kamu lihat sesuatu yang cacat?"
(Qur'an 67:3)
.
Ketika sains salah tentang urutan penciptaan
bumi, maka runtuhlah teori bumi berbentuk bulat.
Mereka mungkin akan berkata "Saya setuju bumi diciptakan dahulu, tapi bisa
saja bumi itu bulat dan juga sebagai pusat alam
semesta."
Teori bumi bulat pusat alam semesta itu pun juga salah, karena secara hukum fisika mustahil bagi matahari dan galaksi mengelilingi bumi yang memiliki ukuran massa yang jauh lebih kecil. Di internet sudah banyak bukti kesalahan model Globe Earth.

Kalau mereka benar bisa mendarat di bulan, saya menantang siapapun untuk mendarat di sisi terang bulan dan terekam jelas oleh semua pengamat di bumi dengan kamera super zoom.
Itu tidak mungkin, itu sebabnya mereka memilih mendarat di sisi gelap bulan, karena takut terbongkar.

Dari tulisan ini bukan berarti Islam bertentangan dengan sains, tapi sains mainstream secara tidak monolog, tidak pernah bisa membuktikan
kebenaran teori mereka di alam nyata bukan di
kartun komputer.
Islam hanya bertentangan dengan kaidah sains yang salah. Karena sains yang benar tercipta bukan untuk mengingkari Tuhan, tapi untuk
memusnahkan tuhan-tuhan palsu, termasuk sains modern yang mulai dijadikan tuhan.

Bukankah ironis, umat islam saat ini percaya mereka sedang hidup di fase akhir zaman, dimana sihir dan tipu daya dajjal merajalela, tapi di sisi lain mereka percaya ilmu pengetahuan mainstream yang diajarkan di sekolah bukanlah bagian dari tipu daya dajjal itu.
Naif sekali.

Mereka berkata: "Kita hidup akhir zaman... tapi pemerintah berhati mulia selalu kasih kita ilmu yang benar, mereka ingin kita pintar, sehat, selamat dunia akhirat. Mereka mungkin bohong soal manusia asalnya dari monyet, tapi bumi itu bulat karena perjalanan luar angkasa itu nyata dan keren".
Mereka tidak sadar hidup di zaman dimana lebih dekat dengan turunnya Nabi Isa ketimbang zamannya Rasulullah.

Padahal sudah jelas di Quran bentuk bumi itu 'dihamparkan' bukan 'telur'. Saat kamu menghamparkan sesuatu pasti di benakmu menghamparkan di permukaan yang datar bukan bulat. Ingat Allah menjelaskan sesuatu di Quran selalu dalam perspektif manusia yang membacanya. Jadi ketika Allah menghamparkan bumi yang sangat luas ribuan kilometer lebih, dari perspektif manusia harusnya mengerti itu bukan di permukaan yang bulat.

Allah tidak pernah menyebut bumi bulat, berputar, ruang hampa udara luas, apa kamu menuduh Dia lalai? atau sebenarnya, itu semua tidak ada.

Menurut penafsiran saya sendiri di Quran Allah menyindir langsung para penduduk akhir zaman penganut bumi bulat.

"Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, "Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir."
(QS. Al-Hijr: 14-15)

Ayat itu bisa bermakna seandainya globers diperjalankan oleh Allah menuju ke setiap lapisan langit, mereka tidak akan melihat bumi bola dan luar angkasa hampa udara bermiliaran galaksi, mereka akan sadar ternyata keindahan langit tidak seperti yang dibayangkan, seolah seperti terkena sihir, ternyata di atas sana samudera air dan seterusnya entah Allah yang lebih mengetahui.
Ternyata selama ini persepsi/pandangan mereka tentang alam semesta telah dikaburkan oleh sihir bumi bulat.

Kerajaan elit global merubah persepsimu akan sesuatu, persepsi akan merubah keyakinan, dan keyakinan pasti mendikte perbuatan.

Semua orang menganggap dia paling benar dan orang lain salah, karena media dan sekolah memberikan false sense of being informed, berkat kebohongan karangan manusia dijadikan fact/truth.

Untuk mengubah persepsi akan suatu hal, maka kita harus mempertanyakan kebenaran akan suatu hal itu sendiri.
Terutama umat muslim harus menjadi sosok tritunggal islami, yaitu berilmu (QS 96:1), berspiritual (QS 73:2), beraktivis (QS 74:2).

Semoga ilmu yang kamu dapat semakin mendekatkanmu pada Tuhan yang maha Pengasih lagi maha Penyayang, bukan sebaliknya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELIEVING THE GLOBE EARTH IS REJECTING ALLAH